Akhir-akhir ini penyakit chikungunya kian merebak, dari berita pada Harian Singgalang telah terjangkit satu keluarga di Padang yang terserang penyakit chikungunya. Penyakit ini ditularkan oleh nyamuk, aedes aegipty, yang dapat menyerang siapa saja.
Sekedar untuk mengantisipasi terhadap penyakit ini, deteksi awal penyakit chikungunya ini adalah sebagai berikut:
1. Gejala
· Tiba-tiba terasa demam diikuti dengan linu di persendian
· Rasa pegal-pegal, ngilu, juga timbul rasa sakit pada tulang
· Demam tinggi datang tiba-tiba, demam 3 – 5 hari
· Mirip dengan flu tapi tidak disertai batuk/pilek
2. Penularan
Nyamuk ini bisanya menggigit pada siang hari, suka berkembang biak di dalam rumah, nyamuk ini senang hidup dan berkembang biak di air, di tempat penyimpanan air, pot bunga, dan lain-lain. Nyamuk ini juga senang hidup di benda-benda yang menggantung seperti baju yang ada di belakang pintu kamar, dan menyenangi tempat yang gelap dan pengap.
3. Pencegahan
Satu-satunya cara menghindari penyakit ini adalah membasmi nyamuk pembawa virusnya. Nyamuk ini, senang hidup dan berkembang biak digenangan air bersih, seperti bak mandi, vas bunga dan juga kaleng atau botol bekas yang menampung air bersih.
Mengingat penyebar penyakit ini adalah nyamu “aedes aegypti” maka cara terbaik untuk memutus rantai penularannya adalah dengan memberantas nyamuk tersebut, sebagaimana sering disarankan dalam pemberantasan penyakit demam berdarah dengue.
Namun pencegahan yang murah dan efektif untuk memberantas nyamuk ini adalah dengan menguras tempat penampungan air bersih, bak mandi, vas bunga dan sebagainya, paling tidak seminggu sekali, mengingat nyak tersebut berkembang biak dari telur sampai menjadi dewasa dalam kurun waktu 7 10 hari.
Sumber harian sianggalang 02 Desember 2008
DIarsipkan di bawah: News